Wednesday, June 22, 2011

Studi: Umur 40-an Tahun, Usia Paling Tertekan Dalam Hidup

Studi: Umur 40-an Tahun, Usia Paling Tertekan Dalam Hidup-Perasaan tertekan menjalani hidup seringkali muncul tak terduga. Bagi sejumlah orang, usia separuh baya acapkali menjadi waktu paling tertekan dalam hidup. Benarkah?
Sebuah penelitian baru mengungkap bahwa di akhir usia 40-an, manusia dewasa merasa paling tertekan. Peneliti dari Universitas Warwick dan Universitas Stirling menemukan, satu dari 10 orang dewasa usia setengah baya di seluruh Eropa mengonsumsi anti depresan pada tahun 2010.
Seperti dikutip dari laman Daily Mail, tingkat tekanan paling tinggi banyak di alami oleh orang dewasa di Inggris, Portugal, Perancis dan Lithuania.
Mereka merasa kewalahan menghadapi tekanan hidup. Di Inggris, tujuh persen mengatakan mereka telah mengonsumsi obat penenang lebih dari empat minggu, sementara dua persen mengatakan mereka selalu membawa obat tersebut kemanapun pergi.

Sementara itu, wanita paruh baya yang menganggur, bercerai atau berpisah dengan pasangannya lebih banyak yang mengonsumsi pil anti depresi.
Penulis penelitian ini, Andrew Oswald dari Universitas Warwick, mengatakan, "Meskipun sepertinya kita hidup di era terkaya dan paling aman dalam sejarah manusia, mungkin kita harus bertanya kepada diri sendiri mengapa satu dari sepuluh dewasa usia setengah baya di Eropa membutuhkan obat penenang," ungkapnya dikutip dari Daily Mail.

Para ilmuwan mengatakan hasil temuan ini mendukung hipotesis bahwa sebagian besar dari kita mengalami kesejahteraan yang menyerupai bentuk huruf U. Saat ingin mencapai puncak karir, seringkali tersendat karena stres dan ketegangan di tempat kerja dan rumah. Ini sering menimbulkan krisis kehidupan usia paruh baya.

Profesor Oswald, mengatakan, "Mungkin ketika Anda masih muda Anda mulai merasa bahagia dan optimis tapi dengan keinginan yang mustahil." "Jadi, tujuan Anda memenangkan kebahagiaan itu, atau berusaha mencari banyak uang untuk mencapai kebahagiaan,” katanya.
Namun, saat berada di usia pertengahan, banyak yang merasa gagal dan harus menarik kembali beberapa ambisi yang dianggap menyakitkan. "Saat usia di akhir 40-an dan awal 50-an, Anda pun mulai belajar untuk melepaskan beberapa impian,” katanya.
Dan ketika berhasil menerima segala kekurangan diri, secara bertahap manusia dewasa kembali merasakan kebahagiaan saat usia mencapai 60 tahun ke atas.

Profesor Blanchflower mengatakan bahwa orang yang selalu ceria dapat hidup lebih lama dari pada mereka yang selalu merasa sengsara, meskipun ia mengakui ini merupakan bagian efek seleksi alam.
Studi ini dipublikasikan sebagai makalah diskusi oleh Institut Iza di Bonn.

Baca juga:

Sumber: vivanews.com

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...